
Ancaman dibidang politik merupakan ancaman yang dapat bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri dan Ancaman di bidang politik adalah setiap usaha dan kegiatan baik dalam negeri maupun luar negeri yang dikategorikan sebagai hal yang membahayakan dan memecah belah persatuan dengan mengatas namakan politik. Dari luar negeri ancaman dibidang politik dapat dilakukan oleh suatu negara dengan melakukan tekanan politik terhadap Indonesia. Intimidasi, provokasi, atau blokade politik ialah merupakan bentuk ancaman non-militer berdimensi politik yang sering kali digunakan oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain. Bentuk ancaman yang berasal dari luar negeri diperkirakan masih berpotensi terhadap Indonesia, yang memerlukan peran dari fungsi pertahanan non-militer untuk menghadapinya.
Berikut ini merupakan contoh ancaman politik yang berasal dari dalam negeri:
1. Korupsi (Tindak pidana korupsi merupakan contoh ancaman politik yang bersifat intern, tindakan korupsi dapat merugikan negara karena tindakan korupsi dapat merugikan pertumbuhan ekonomi, menurunkan investasi, meningkatkan kemiskinana, serta meningkatkan ketimpangan pendapatan, akibatnya kesejahteraan rakyat disuatu negara sulit dicapai tindakan korupsi marak terjadi dikalangan pejabat)
2. Konflik SARA yang dikaitkan dengan politik
3. Penurunan paksa pemerintahan
4. Isu-isu politik
5. Pelanggaran HAM
Dan, berikut ini ialah merupakan contoh ancaman dibidang politik dari luar negeri:
1. Terorisme
2. Negara lain yang ikut campur masalah internal di Indonesia atau spionase
3. Intimidasi (Tindakan memaksa pihak lain untuk berbuat sesuatu)
4. Provokasi (perbuatan untuk menghasut, memengaruhi dan membangkitkan kemarahan)
5. Blokade Politik (pengepungan atau penutupan system politik suatu Negara)
Contoh/ Bentuk kasus ancaman dibidang Politik:
1. Politik Uang (Politik uang adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum dengan cara mengintimidasi).
2. Poitik SARA (Politik yang mengeksplorasikan perbedaan agama dan etnis bahkan ideologi contohnya konflik antar suku di Sampit, konflik antar agama di ambon dan konflik antara etnis).
3. Politik Oligarki (bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh satu kelompok ataupun golongan masyarakat).
Contoh :
Contoh politik dapat di lihat di negara-negara yang menganut sistem komunis. Contoh negara pers komunis yang menganut politik ini adalah China, Rusia, dan Korea Utara. Di negara-negara tersebut politik dikuasai oleh partai komunis saja.Di Korea Utara, Anda bisa melihat bahwa di negara tersebut politik hanya dikuasai oleh keluarga Kim selama bertahun-tahun. Kini pimpinan negara, politik, dan pemerintahan dipimpin oleh Kim Jong Un yang meneruskan kekuasaan dari ayahnya. Sebagai presiden Korea Utara ia sangat berkuasa. Tidak ada rakyat dan pegawai pemerintahan di Korea Utara yang berani menentang perintahnya.
4. Penyerangan batas wilayan negara
Mudah di mengerti, terimakasih
ReplyDelete