.png)
Amerika Serikat adalah negara multikultural, tempat tinggal bagi berbagai kelompok etnik, tradisi, dan nilai-nilai. Selain sejumlah kecil penduduk asli Amerika dan penduduk asli Hawaii, hampir semua penduduk Amerika berasal dari nenek moyang yang bermigrasi ke Amerika Serikat pada zaman dahulu. Kebudayaan utama Amerika berasal dari kebudayaan Barat yang bersumber dari tradisi imigran Eropa (terutama Inggris di Utara dan Spanyol di Selatan), dan kemudian dipengaruhi oleh berbagai sumber seperti tradisi yang dibawa oleh budak-budak Afrika. Munculnya gelombang migrasi bangsa Asia dan Amerika Latin juga turut memperkaya khasanah budaya Amerika Serikat. Para imigran ini tetap mempertahankan karakteristik budaya asli mereka.
Amerika Serikat juga memiliki beberapa teritori di Pasifik dan Karibia. Dengan luas wilayah 3,79 juta mil persegi (9,83 juta km2) dan jumlah penduduk sebanyak 315 juta jiwa, Amerika Serikat merupakan negara terluas ketiga atau keempat di dunia, dan terbesar ketiga menurut jumlah penduduk. Amerika Serikat adalah salah satu negara yang paling multietnik dan paling multikultural di dunia, yang muncul akibat adanya imigrasi besar-besaran dari berbagai penjuru dunia. Iklim dan geografi Amerika Serikat juga sangat beragam dan negara ini menjadi tempat tinggal bagi beragam spesies.
Negara Amerika Serikat pada awal-awal berdiri memberlakukan kebijakan buka pintu bagi para imigran yang datang dari seluruh dunia. Para imigran yang datang ke Amerika, dan kemudian memilih untuk menetap dan menjadi warga Amerika, oleh pemerintah diminta untuk tidak meninggalkan kebudayaannya dan tetap mempraktekannya selama tinggal di Amerika. Hal tersebut membuat budaya Amerika Serikat menjadi multikultural. Berbagai macam budaya dunia bercampur, namun budaya country dan koboi umumnya menjadi salah satu lambang dan ciri khas yang terkenal tentang Amerika.
Masyarakat Amerika Serikat mengakui mereka tidak memiliki budaya khusus turun termurun, melainkan menganggap bahwa budaya mereka adalah budaya untuk "berusaha menjadi yang terbaik". Karena tidak ada faktor kasta, agama, dan budaya yang menghalangi hal ini, masyarakat di negara tersebut mempercayai, seseorang yang berusaha untuk menjadi yang terbaik, akan dapat menjadi yang terbaik. Budaya Amerika Serikat telah berkembang ke seluruh dunia dalam berbagai bentuk adaptasi dan telah memengaruhi seluruh dunia, khususnya dunia Barat. Musik di Amerika Serikat banyak didengarkan di seluruh dunia, dan tayangan film beserta televisi Amerika Serikat dapat dilihat di manapun. Kini sebagian besar kota di sana memiliki musik klasik dan rakyat; pusat penelitian dan museum, pertunjukan tari, musik dan drama; proyek seni terbuka dan arsitektur penting.
Amerika Serikat juga menjadi pusat pendidikan yang berkualitas tinggi. Negara tersebut memiliki lebih dari 1.500 universitas, kolese, dan berbagai institusi pendidikan, beberapa di antaranya terkenal di seluruh dunia. Di negara tersebut banyak terdapat tempat-tempat berjudi seperti di kota Las Vegas yang dikenal sebagai Sin City (Kota Penuh Dosa). Sejarah Amerika Serikat modern dalam berbagai macam hal merupakan sejarah urbanisme Amerika serikat lahir di pedesaan tetapi kemudian pindah kekota. Sejak permulaan sejarah bangsa ini sudah ada kota-kota, Philadepia dengan penduuduk kira-kira 25.000 pada tahun 1776 adalah salah satu kota terbesar di Britania raya. Pada tahun 1700 hanya ada 24 kota di Amerika Serikat yang penduduknya mencapai 25.000 orang atau lebih seluruh penduduk yang pada kala itu mencapai 201.655 pada tahun ini hanya merupakan 5% dari seluruh penduduk Amerika.
Amerika Serikat merupakan negara yang sangat panjang dalam mencapai sejarah hingga seperti sekarang ini, dimana pengalaman masa lalu itu sangat dominan untuk membentuk sebuah kesadaran nasional yang mana kesadaran tersebut salah satunya adalah gagasan dalam memandang sebuah keberagaman yang ada ditilik dari sejarah bangsa Amerika Serikat terbentuk. Pluralisme di Amerika bukanlah suatu cita-cita untuk dipakai sebagai titik awal oleh penduduk, tapi fasilitas- fasilitas tersebut penduduk pada akhirnya terdorong menjadi korban saling tidak toleran yang menghancurkan dalam suatu negara yang terlalu besar dan berbeda-beda sehingga setiap segmen penduduk dapat dominan secara efektif. Sebuah kelelahan yang dialami oleh penduduk Amerika dengan latar belakang yang berbeda dan konflik yang berkepanjangan tidak akan menyelesaikan masalah yang ada, oleh karena itu rakyat Amerika berfikir bahwasanya konflik tidak akan selesai bilamana tidak ada yang memulai untuk berdamai dan sadar, negara Amerika Serikat ibarat sebuah kuali masak raksasa yang besar dan diisi dengan berbagai macam bumbu dimana bumbu tersebut adalah analaogi bangsa-bangsa yang beraneka ragam datang ke Amerika serta menyatakan diri sebagai bangsa Amerika,
Meltingpot adalah sebuah gagasan baru didunia dan mengadopsi sistem keberagaman yang ada disana, meltingpot juga sebagai sarana memahami satu sama lain antar bangsa bahwasanya sebuah keberbedaan berlaku jika satu sama lain akan saling mengerti esensi kebersamaan senasib dan sepenanggungan. Hal ini juga diperkuat dengan pembentukan Undang-undang hak sipil di Amerika, dimana sebelum ada Undang-undang ini ketentuan soal hak istimewa ada ditangan warga ketutunan Anglo Saxon Amerika dan membantasi warga non kulit putih terutama bagi mereka yang berkulit hitam dan kuning yang diperlakukan hanya sebagai budak belian. Nyatanya dengan keadaan ini semakiun menimbulkan pertetangan antar etnis di Amerika, dengan masuknya sebuah kesadaran rasional bahwa hak istimewa seluruh warga bangsa tanpa memandang SARA adalah sama. Kemerdekaan Amerika Serikat pada tahun 1776 telah mengumandangkan janji kebebasan terhadap setiap warga negaranya dan seperti yang telah dikatakan dalam deklarasi kemerdekaan Amerika, bahwa semua orang telah diciptakan sederajat. Namun arti sebuah kebebasan dan persamaan derajat dalam masyarakat Amerika masih belum nampak dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum membicarakan kelompok etnis yang ada di Amerika, perlu terlebih dahulu dijelaskan pengertian kelompok etnis. Suatu kelompok etnis atau etnisitas adalah populasi manusia yang anggotanya saling mengidentifikasi satu dengan yang lain, biasanya berdasarkan keturunan (Smith, 1987). Pengakuan sebagai kelompok etnis oleh orang lain seringkali merupakan faktor yang berkontribusi untuk mengembangkan ikatan identifikasi ini. Sementara kemerdekaan telah didapatkan oleh orang kulit putih yang lebih dominan di masyarakat Amerika, di lain pihak para budak maupun para warga minoritas belum memiliki kemerdekaan dalam diri mereka karena masih ada belenggu dan pembatasan terhadap budaya masyarakat Amerika yang didominasi oleh orang kulit putih.
2.1.2 Keberagaman Negara Amerika Serikat
Amerika Serikat sebagai negara adikuasa masih menyiratkan fenomena-fenomena budaya lain yang menarik. Amerika Serikat sebagai negara yang didatangi banyak imigran dari mancanegara menyimpan panorama kemajemukan, keragaman dan pluralitas nilai yang berkembang dan mengakar hidup di dalamnya. “America is the totality of people who live here” (Amerika adalah keseluruhan masyarakat yang hidup di sini). “American Arts and Values” sulit untuk menemukan nilai-nilai asli Amerika karena keragaman dan pluralitas masyarakat yang tinggal di dalamnya membawa dan memiliki nilai-nilai kultural etnis sendiri-sendiri. Keragaman dan pluralitas masyarakat berikut nilai-nilai yang dianutnya mempertegas Amerika Serikat sebagai negara para imigran. Dalam sejarah awal berdirinya negara Amerika Serikat, banyak imigran dari Italia, Spanyol, Inggris, Jerman, Belanda, India, Cina, dsb., yang berdatangan ke Amerika untuk mencari sukses, keberuntungan dan kebahagiaan di negeri Paman Sam yang dijuluki sebagai ”land of opportunity” itu. Dalam proses perkembangan selanjutnya, para imigran tadi menjadi bagian integral dari bangsa Amerika yang sampai saat ini masih tetap memelihara dan mempertahankan serta melestarikan kultur etnisnya masing-masing. Bahasa, tradisi, cara hidup dan kebiasaan-kebiasaan yang berasal atau dibawa dari tanah asal leluhur tetap mereka pelihara dengan cara mewariskannya kepada generasi baru mereka yang lahir di Amerika Serikat.
Di New York, misalnya, komunitas Yahudi-Amerika tetap mempertahankan dan melestarikan adat istiadat, tradisi, bahasa dan bahkan agama mereka di tengah-tengah kelompok-kelompok etnis lainnya. Di tengah-tengah keragaman dan pluralitas masyarakat Amerika Serikat dengan berbagai nilai-nilai yang dilestarikannya, ternyata bahasa Inggris belum merupakan bahasa resmi, walaupun bahasa tersebut dipakai untuk menuliskan Konstitusi Amerika. Memang sudah ada beberapa negara bagian (beberapa waktu yang lalu California) yang mengesahkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Namun masih belum semua negara bagian di Amerika Serikat yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Dari fenomena sosial budaya yang penuh dengan pernik-pernik mosaik ini, sosok kebesaran Amerika dapat dilihat dari keragaman nilai, tradisi, paham, seni dan kultur. Keragaman dan pluralitas ini diikat oleh perasaan kesatuan sebagai bangsa Amerika. Keragaman dalam kesatuan dan kesatuan dalam keragaman (unity in diversity) inilah yang barangkali menjadi ciri khas kehidupan bangsa Amerika Serikat. Dengan kata lain, dilihat dari perspektif sosio-kultural.
Implementasi multikulturalisme di Amerika tidak memakan waktu yang sedikit, namun melalui berbagai proses yang kompleks. Mulai dari kebudayaan yang bersifat monokulturisme hingga menjadi multikulturisme. Semakin banyak imigran yang datang untuk menetap di Amerika maka budaya mereka menjadi semakin majemuk. Meskipun berasal dari berbagai etnik, namun di Amerika tidak menghilangkan budaya asal, tapi kultur-kultur baru yang ada diakomodir dengan baik dan masing-masing memberikan kontribusi untuk membangun budaya Amerika, sebagai sebuah budaya nasional. Bangsa Amerika berusaha memperkuat bangsanya dengan kemajemukan yang mereka miliki. Pada kisaran tahun 1960-an masih ada sebagian masyarakat Amerika yang merasa hak-hak sipilnya belum terpenuhi. Kelompok orang Amerika yang memiliki warna kulit hitam, atau imigran Amerika Latin, dan etnik minoritas lainnya. Kelompok etnis seringkali disatukan oleh ciri budaya, perilaku, bahasa, ritual, atau agama. Kebesaran AS terletak pada interaksi dialektis-dinamis antarindividu dan antarkelompok etnis yang hidup di negara itu. Berikut ini akan disajikan masing-masing kelompok etnis yang hidup di Amerika Serikat :
Comments
Post a Comment