Evaluasi sendiri sangat penting untuk dilakukan agar dapat mengetahui seberapa besar keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Dari evaluasi pembelajaran maka akan ditemukan apa yang menjadi penyebab kegagalan dan keberhasilan dalam proses pembelajaran, kemudian akan di kaji kembali dan di perbaiki jika terdapat kesalahan. Dalam proses kegiatan evaluasi guru sebagai evaluator perlu memiliki keterampilan dalam menilai anak didik secara objektif, continue, dan komprehensif.
Melihat pada kenyataannya saat ini terdapat beberapa guru yang tidak melaksanakan evaluasi secara benar dengan alasan tidak mau repot dan tidak paham sepenuhnya bagaimana cara mengevaluasi pembelajaran yang benar. Evaluasi pembelajaran cenderung dilaksanakan ala kadarnya saja dan terkesan tidak penting, Untuk itu urgensi evaluasi pembelajaran dipelajari agar sebagai guru dan calon guru mengetahui cara mengevaluasi proses pembelajaran dengan benar. Agar dalam pemberian test dan nontest guru sudah dapat memahami kurikulum yang digunakan, materi, kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan yang ingin dicapai, memahami kemampuan peserta didik, memahami kisi-kisi pembuatan soal dan sebagainya.
Evaluasi pada dasarnya diadakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan siswa dalam proses belajar mengajar. Dari evaluasi pembelajaran maka akan ditemukan faktor-faktor kegagalan atau keberhasilan suatu proses pembelajaran. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Tylor dalam Sudaryono (2012:50) dalam buku Dasar-Dasar dan Perancangan Evaluasi Pembelajaran karangan Hermi Yanzi bahwa tujuan evaluasi itu adalah untuk “mengembangkan suatu kebijakan yang bertanggung jawab mengenai pendidikan.” Popham dalam Sudaryono (2012:50) dalam buku Dasar-Dasar dan Perancangan Evaluasi Pembelajaran karangan Hermi Yanzi menyatakan bahwa tujuan evaluasi adalah untuk “Membuat keputusan yang lebih baik”. Dengan demikian, tujuan utama dari kegiatan evaluasi adalah untuk membuat keputusan. Dalam hal ini, ada beberapa jenis keputusan, yaitu:
a. Keputusan mengenai kelayakan seorang siswa, yaitu kepatuttan yang berhubungan dengan siswa, seperti mengenai lulus atau tidaknya, naik kelas atau tidaknya, harus mengulang pelajaran atau tidak.
b. Keputusan yang bersifat prediksi, yaitu apabila seorang guru memberikan nasihat-nasihat setelah seorang siswa memperoleh kedudukan tertentu dari hasil evaluasi yang dilakukan.
c. Keputusan untuk menetapkan bagian-bagian mana dari proses pembelajran yang perlu diperbaiki, yang dalam hal ini seorang guru herus betul-betul cermat dalam menentukan apakah tujuan pelajaran harus diperbaiki, apakah materi pelajaran harus disederhanakan,apakah proses belajar harus diubah,apakah alat evaluasi yang digunakan harus diubah pula, dan sebagainya.
Dalam mengevaluasi setiap guru sebagai pengarah pendidikan perlu memperhatikan bagaimana teknik-teknik dan prosedur dalam dunia pendidikan sehingga tujuan dan fungsi evaluasi yang diharapkan dapat tercapai. Langkah-langkah dalam mengevalusi seorang anak atau sekelompok anak perlu adanya perencanaan, pengumpulan data, penilaian data, pengolahan data dan penafsiran data yang telah dikumpulkan sehingga dapat mengambil keputusan berhasil atau tidak dan layak atau tidak dari evaluasi pembelajaran.
Dari segi aspek hasil belajar yang di evaluasi, maka kita melihat adanya hubungan evaluasi dengan hasil kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek ini merupakan aspek yang umum di kenal sebagai ranah tujuan pendidikan. Menurut Suharsimi dalam Sudaryono (2012:53) dalam buku Dasar-Dasar dan Perancangan Evaluasi Pembelajaran karangan Hermi Yanzi tindak lanjut dari kegiatan evaluasi sebagai suatu aktivitas untuk memperoleh informasi yang akurat (cermat) mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran pada siswa merupakan manfaat evaluasi yang masing-masing dapat dilakukan melalui pengadaan tes.
Evaluasi yang dilakukan ditengah-tengah program pembelajaran, yang bermaksud untuk memantau atau memonitori kemajuan siswa guna memberikan umpan balik (feed back), baik kepada siswa maupun kepada guru
Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.
Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.
Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi 2), pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi 4).Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi inti kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 4).
Kompetensi dasar adalah kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh oleh peserta didik melalui pembelajaran. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresif atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi esensialisme dan perenialisme.
2.2 Analisis Kualitatif
Pada prinsipnya analisis butir soal secara kualitatif dilaksanakan berdasarkan kaidah penulisan soal (tes tertulis, perbuatan, dan sikap). Penelaahan ini biasanya dilakukan sebelum soal digunakan/diujikan. Aspek yang diperhatikan di dalam penelaahan secara kualitatif ini adalah setiap soal ditelaah dari segi materi, konstruksi, bahasa/budaya, dan kunci jawaban/pedoman penskorannya. Dalam melakukan penelaahan setiap butir soal, penelaah perlu mempersiapkan bahan-bahan penunjang seperti: (1) kisi-kisi tes, (2) kurikulum yang digunakan, (3) buku sumber, dan (4) kamus bahasa Indonesia.
Teknik Analisis Secara Kualitatif, Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis butir soal secara kualitatif, diantaranya adalah teknik moderator dan teknik panel. Teknik moderator merupakan teknik berdiskusi yang di dalamnya terdapat satu orang sebagai penengah. Berdasarkan teknik ini, setiap butir soal didiskusikan secara bersama-sama dengan beberapa ahli seperti guru yang mengajarkan materi, ahli materi, penyusun/pengembang kurikulum, ahli penilaian, ahli bahasa, berlatar belakang psikologi. Teknik ini sangat baik karena setiap butir soal dilihat secara bersama-sama berdasarkan kaidah penulisannya. Di samping itu, para penelaah dipersilakan mengomentari/ memperbaiki berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Setiap komentar/masukan dari peserta diskusi dicatat oleh notulis. Setiap butir soal dapat dituntaskan secara bersama-sama, perbaikannya seperti apa. Namun, kelemahan teknik ini adalah memerlukan waktu lama untuk rnendiskusikan setiap satu butir soal.
Teknik panel merupakan suatu teknik menelaah butir soal yang setiap butir soalnya ditelaah berdasarkan kaidah penulisan butir soal, yaitu ditelaah dari segi materi, konstruksi, bahasa/budaya, kebenaran kunci jawaban/pedoman penskorannya yang dilakukan oleh beberapa penelaah. Caranya adalah beberapa penelaah diberikan: butir-butir soal yang akan ditelaah, format penelaahan, dan pedoman penilaian/ penelaahannya. Pada tahap awal para penelaah diberikan pengarahan, kemudian tahap berikutnya para penelaah berkerja sendiri-sendiri di tempat yang tidak sama. Para penelaah dipersilakan memperbaiki langsung pada teks soal dan memberikan komentarnya serta memberikan nilai pada setiap butir soalnya yang kriterianya adalah: baik, diperbaiki, atau diganti.
Prosedur Analisis Secara Kualitatif. Dalam menganalisis butir soal secara kualitatif, penggunaan format penelaahan soal akan sangat membantu dan mempermudah prosedur pelaksanaannya. Format penelaahan soal digunakan sebagai dasar untuk menganalisis setiap butir soal. Format penelaahan soal yang dimaksud adalah format penelaahan butir soal: uraian, pilihan ganda, Agar penelaah dapat dengan mudah menggunakan format penelaahan soal, maka para penelaah perlu memperhatikan petunjuk pengisian formatnya. Petunjuknya adalah seperti berikut ini.
1. Analisislah setiap butir soal berdasarkan semua kriteria yang tertera di dalam format!
2. Berilah tanda cek (V) pada kolom "Ya" bila soal yang ditelaah sudah sesuai dengan kriteria!
3. Berilah tanda cek (V) pada kolom "Tidak" bila soal yang ditelaah tidak sesuai dengan kriteria, kemudian tuliskan alasan pada ruang catatan atau pada teks soal dan perbaikannya.
2.3 Analisis Kuantitatif
Penelaahan soal secara kuantitatif maksudnya adalah penelaahan butir soal didasarkan pada data empirik dari butir soal yang bersangkutan. Data empirik ini diperoleh dari soal yang telah diujikan.
Ada dua pendekatan dalam analisis secara kuantitatif, yaitu pendekatan secara klasik dan modern. Analisis butir soal secara modern yaitu penelaahan butir soal dengan menggunakan Item Response Theory (IRT) atau teori jawaban butir soal. Teori ini merupakan suatu teori yang menggunakan fungsi matematika untuk menghubungkan antara peluang menjawab benar suatu soal dengan kemampuan siswa. Nama lain IRT adalah latent trait theory (LTT), atau characteristics curve theory (ICC). Analisis butir soal secara klasik adalah proses penelaahan butir soal melalui informasi dari jawaban peserta didik guna meningkatkan mutu butir soal yang bersangkutan dengan menggunakan teori tes klasik. Kelebihan analisis butir soal secara klasik adalah murah, dapat dilaksanakan sehari-hari dengan cepat menggunakan komputer, murah, sederhana, familier dan dapat menggunakan data dari beberapa peserta didik atau sampel kecil (Millman dan Greene, 1993: 358). Adapun proses analisisnya sudah banyak dilaksanakan para guru di sekolah seperti beberapa contoh di bawah ini. a. Langkah pertama yang dilakukan adalah menabulasi jawaban yang telah dibuat pada setiap butir soal yang meliputi berapa peserta didik yang:
1. menjawab benar pada setiap soal,
2. menjawab salah (option pengecoh)
3. tidak menjawab soal.
Berdasarkan tabulasi ini, dapat diketahui tingkat kesukaran setiap butir soal, daya pembeda soal, alternatif jawaban yang dipilih peserta didik. Misalnya analisis untuk 10 siswa, maka langkahnya :
1. urutkan skor siswa dari yang tertinggi sampai yang terendah.
2. Pilih 5 lembar jawaban pada kelompok atas dan 5 lembar jawaban pada kelompok bawah.
3. Untuk masing-masing soal, susun jumlah siswa kelompok atas dan bawah pada setiap pilihan jawaban.
4. Hitung tingkat kesukaran pada setiap butir soal.
5. Hitung daya pembeda soal.
6. Analisis efektivitas pengecoh pada setiap soal (Linn dan Gronlund, 1995: 318-319).
Aspek yang perlu diperhatikan dalam analisis butir soal secara klasik adalah setiap butir soal ditelaah dari segi: tingkat kesukaran butir, daya pembeda butir, dan penyebaran pilihan jawaban (untuk soal bentuk obyektif) atau frekuensi jawaban pada setiap pilihan jawaban.
A. Tingkat Kesukaran
Analisis tingkat kesukaran soal yaitu mengkaji soal-soal tes dari segi kesulitannya sehingga dapat diperoleh soal-soal mana yang termasuk mudah, sedang, dan sukar. Tingkat kesukaran soal dipandang dari kesanggupan atau kemampuan siswa dalam menjawab, bukan dilihat dari sudut guru sebagai pembuat soal. Persoalan yang penting dalam melakukan analisis tingkat kesukaran soal adalah penentuan proporsi dan kriteria soal yang termasuk mudah, sedang dan sukar.Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks.
Bermutu atau tidaknya butir-butir item tes hasil belajar pertama-tama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau taraf kesulitan yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut. Butir-butir item tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik apabila butir-butir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran item itu adalah sedang atau cukup. Bertitik tolak dari pernyataan tersebut di atas maka butir-butir item hasil belajar di mana seluruh testee tidak dapat menjawab dengan betul (karena terlalu sukar) tidak dapat disebut sebagai item yang baik. Demikian pula sebaliknya, butir-butir item tes hasil belajar dimana seluruh testee dapat menjawab dengan betul (karena terlalu mudah) juga tidak dapat dimasukkan dalam kategori item yang baik.
· Menghitung tingkat kesukaran soal.
Menggunakan rumus :
P=
Keterangan:
P = Tingkat Kesukaran
B = Banyak siswa yang menjawab dengan benar
JS = Jumlah seluruh peserta tes
Kriteria penafsirannya adalah
p 0,71-1,00 = mudah
p 0,31-0,70 = sedang
p 0,00-0,30 = sukar
|
TINGKAT KESUKARAN SOAL (p) |
|
Tingkat Kesukaran
Item |
Indeks Kesukaran |
Kesimpulan |
|
1 |
p = = 0,63 |
Sedang |
|
2
|
p = = 0,51 |
Sedang |
|
3 |
p = = 0,12 |
Sukar |
|
4 |
p = |
Mudah |
|
5 |
p = = 0,84 |
Mudah |
|
6 |
p = = 0,72 |
Mudah |
|
7 |
p = |
Sedang |
|
8 |
p = = 0,78 |
Mudah |
|
9 |
p = = 0,36 |
Sedang |
|
10 |
p = = 0,87 |
Mudah |
|
11 |
p = |
Mudah |
|
12 |
p = = 0,15 |
Sukar |
|
13 |
p = = 0,36 |
Sedang |
|
14 |
p = = 0,63 |
Sedang |
|
15 |
p = = 0,36 |
Sedang |
|
16 |
p = = 0,12 |
Sukar |
|
17 |
p = = 0,90 |
Mudah |
|
18 |
p = = 0,87 |
Mudah |
|
19 |
p = = 0,57 |
Sedang |
|
20 |
p = |
Mudah |
|
21 |
p = |
Mudah |
|
22 |
p = = 0,81 |
Mudah |
|
23 |
p = = 0,93 |
Mudah |
|
24 |
p = = 0,87 |
Mudah |
|
25 |
p = = 0,81 |
Mudah |
|
26 |
p = |
Sedang |
|
27 |
p = |
Mudah |
|
28 |
p = |
Mudah |
|
29 |
p = = 0,54 |
Sedang |
|
30 |
p = = 0,42 |
Sedang |
Kesmipulan Tingkat Kesukaran
Kategori Tingkat Kesukaran KeseluruhanSoal :
SANGAT SUKAR = 0 Butir Soal = x 100% = 0%
SUKAR = 3 Butir Soal = x 100% = 10%
SEDANG = 12 Butir Soal = x 100% = 40%
MUDAH = 15 Butir Soal = x 100% = 50%
SANGAT MUDAH = 0 Butir Soal = x 100% = 0%
B. Daya Beda
Daya pembeda item adalah kemampuan suatu butir item tes hasil belajar untuk dapat membedakan (mendiskriminasi) antara kemampuan tinggi dan rendah. Daya pembeda item itu penting sekali bagi salah satu dasar untuk menyusun butir item tes hasil belajar adalah adanya anggapan.Tes dikatakan tidak memiliki daya pembeda apabila tes tersebut, jika diujikan kepada anak berprestasi tinggi, hasilnya rendah tetapi bila diberikan kepada anak yang lemah hasilnya lebih tinggi. Atau bila diberikan kepada kedua kategori siswa tersebut hasilnya sama saja.
· Menghitung daya pembeda soal
Rumus :
D = -
Keterangan:
D = daya pembeda
JA = jumlah peserta didik yang menjawab salah adri kelompok atas
JB = jumlah peserta didik yang menjawab salah dari kelompok bawah
JS = Jumlah Siswa kelompok atas/bawah
Kriteria penafsiran daya pembeda soal
0,00-0,20 = rendah
0,21-0,40 = cukup
0,41-0,70 = baik
0,71-1,00 = baik sekali
Nama Siswa Golongan Atas dan Golongan Bawah
|
No |
Nama Siswa |
|
|
Golongan Atas |
Golongan Bawah |
|
|
1 |
Rio Gabriel Yonata |
Angga Saputra |
|
2 |
Adek Yogi |
Amrulloh Arobi |
|
3 |
Muhammad Shuki |
Armado Pranata |
|
4 |
Ani Nurmala |
Yuni Antika |
|
5 |
Reza Owen Saputra |
Ahmad Daris |
|
6 |
Ajeng Pratiwi |
Dodi Pratana |
|
7 |
Melly Erlina Putri |
Zhaikijay |
|
8 |
Dea Thalesia Syazahra |
H. Maidia |
|
9 |
Siti Fazriah |
Monika Olivia |
|
10 |
Adelia Putri |
Rizki Defaningrum |
|
11 |
Annisa Nabila Nurjannah |
Agnes Nadia Sari |
|
12 |
Bintang Putri Maharani |
Dea Lestari |
|
13 |
Galih Putra Satria |
Agustian Wiranara |
|
14 |
Soni Sonaji |
Evo Saputra |
|
15 |
Johan Saputra |
Mutiara |
|
16 |
Ambar Wati |
Nurlaila |
|
17 |
|
Asep |
|
Jumlah 16 |
17 |
|
|
Item |
Indeks Deskriminasi |
Kesimpulan |
|
|
1 |
D = |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Baik |
|
|
2
|
D =
|
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup. |
|
|
3 |
D = |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Sangat Rendah. |
|
|
4 |
D =
|
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup |
|
|
5 |
D = |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup. |
|
|
6 |
D = 0,06
|
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Rendah. |
|
|
7 |
D = = 0,35
|
Positif dan signifikan, dan kataegori soal Cukup |
|
|
8 |
D = = 0,42
|
Positif dan signifikan, dan kategori soal Baik. |
|
|
9 |
D = 0,02
|
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Rendah. |
|
|
10 |
D = = 0,24 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
|
11 |
D = = 0,36 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
|
12 |
D = = 0,31 |
Positif dan signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
|
13 |
D = = -0,10 |
Positif dan signifikan, dan kategori soal Sangat Rendah.
|
|
|
14 |
D = = 0,23 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
|
15 |
D = = 0,14 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Rendah.
|
|
|
16 |
D = = -0,12 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Sangat Rendah
|
|
|
17 |
D = =- 0,01 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Sangat Rendah.
|
|
|
18 |
D = = 0,24 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
|
19 |
D = = 0,58 |
Positif dan signifikan, dan kategori soal Baik.
|
|
|
20 |
D = = 0,42 |
Positif dan signifikan, dan kategori soal Baik.
|
|
|
21 |
D = 0,39 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup
|
|
|
22 |
D = = 0,23 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
|
23 |
D = = -0,01 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Sangat Rendah |
|
|
24 |
D = = 0,11 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Rendah.
|
|
|
25 |
D = = 0,05 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Rendah.
|
|
|
26 |
D = = -0,21 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
|
27 |
D = = 0,29 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
|
28 |
D = = 0,36 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
|
29 |
D = = 0,52 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Baik.
|
|
|
30 |
D = = 0,27 |
Positif dan tidak signifikan, dan kategori soal Cukup.
|
|
KATEGORI KESELURUHAN SOAL: Soal Sangat Rendah = 5 Soal Soal Rendah = 5 Soal Soal Cukup = 15 Soal Soal Baik = 5 Soal
|
C. Distraktor atau Pengecoh
Distraktor adalah pengecoh, jawaban-jawaban yang mengecoh. Ini bertujuan menarik untuk menjawabnya padahal itu salah. Sebagai tindak lanjut atas hasil penganalisaan terhadap fungsi distraktor tersebut maka distraktor yang sudah menjalankan fungsinya dengan baik dapat dipakai lagi pada tesnya.
Tujuan utama pemasangan distraktor pada setiap butir itu adalah, agar dari sekian banyak testee yang mengikuti tes hasil belajar ada yang tertarik atau terangsang untuk memilihnya, sebab mereka menyangka bahwa distraktor yang mereka pilih itu merupakan jawaban yang betul.
Menggunakan rumus;
IP = x 100%
Keterangan:
IP = Indeks pengecoh
n = jumlah opsi pengecoh
JD = Jumlah Distraktor
JI = Jumlah seluruh Item/soal
Adapun kualitas pengecoh berdasarkan indeksnya adalah:
76% - 125% = sangat baik
126% - 150% = baik
151% - 175% = kurang baik
176% - 200% = jelek
Lebih dari 200% = sangat jelek
D. Analisis Kuantitatif Persoal
Analisi Butir Soal :
1. Dampak negatif dari pelaksanaan demokrasi pancasila pada masa reformasi yang menerapkan konsep kebebasan tanpa batas yaitu, kecuali….
a. Pergaulan bebas
b. Kebebasan berbicara dan berekspresi yang di lindungi Negara
c. Pola komunikasi yang tidak beretika
d. Menurunkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa
a. Tingkat kesukaran
= 0,63 (sedang)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor
A
= 6
B =21
C = 4
D = 2
Kunci Jawaban B
A. x 100 % = 18 % (berfungsi)
B. x 100 % = 63 %
C. x 100 % = 12 % (berfungsi)
D. x 100 % = 6 % (berfungsi)
d. Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut layak untuk diujikan kepada siswa karena pada tingkat kesukaran, daya beda dan distraktor berfungsi dengan sangat baik.
2. Apakah sistem demokrasi yang pernah diterapkan Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto?
a. Demokrasi terpimpin
b. Demokrasi pancasila
c. Demokrasi parlementer
d. Demokrasi liberal
a. Tingkat Kesukaran
= 0,51 (sedang)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A
= 0
B =17
C = 1
D = 15
Kunci Jawaban B
A. x 100 % = 0 % (Tidak berfungsi)
B. x 100 % = 51%
C. x 100 % = 3% (Tidak berfungsi)
D. x 100 % = 45 % (berfungsi)
d. Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada tingkat kesukaran dan daya pembeda telah berfungsi dengan baik namun pada distrakor soal tidak berfungsi dengan baik.
e. Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut, soal diatas perlu diperbaiki pada pilihan ganda atau distraktornya.
(Perbaikan soal nomor 2)
Apakah sistem demokrasi yang pernah diterapkan Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto?
a. Demokrasi terpimpin diganti dengan Demokrasi Terpusat
b. Demokrasi pancasila
c. Demokrasi parlementer diganti dengan Demokrasi Kebebasan mutlak
d. Demokrasi liberal
3. Indonesia pernah menerapkan idiologi pancasila yang diarahkan sebagai idiologi liberal namun ternyata tidak menjamin stabilitas pemerintah.
Penyataan diatas terjadi pada masa…
a. Masa orde lama
b. Masa orde baru
c. Masa campuran
d. Masa reformasi
a. Tingkat Kesukaran
= 0,12 (sukar)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A =
4
B = 25
C = 0
D = 4
Kunci Jawaban A
A. x 100 % = 12%
B. x 100 % = 75% (berfungsi)
C. x 100 % = 0% (Tidak berfungsi)
D. x 100 % = 12% (berfungsi)
d. Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut buruk karena daya pembeda dan distrakor tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak layak untuk diujikan.
e. Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut, soal diatas perlu diganti dengan soal yang lebih baik sebagai berikut.
(Pergantian soal nomor 3)
Nilai dan cita-cita tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan diambil dari rohani, moral, budaya masyarakat itu sendiri.
Pernyataan diatas termasuk kedalam ciri ?
a. Idilogi Tertutup
b. Idilogi Terbuka
c. Idilogi Campuran
d. Idilogi Komnis
4. Partisipasi yang dilakukan masyarakat dalam kegiatan ronda (siskambling) merupakan perwujudan nilai pancasila di bidang?
a. Pertahanan dan keamanan
b. Ekonomi
c. Sosial budaya
d. Politik
a. Tingkat Kesukaran
= 0,96 (mudah)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A
= 32
B
= 0
C = 0
D = 1
Kunci Jawaban A
A. x 100 % = 96%
B. x 100 % = 0% ( Tidak berfungsi)
C. x 100 % = 0% (Tidak berfungsi)
D. x 100 % = 3 % (Tidak berfungsi)
d.Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut buruk karena pada daya pembeda dan distrakor tidak berfungsi dengan baik.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut, soal diatas tidak layak digunakan dan kami ganti dengan soal berikut
(Pergantian soal nomor 4)
Apakah yang dimaksud dengan idiologi pancasila yang bersifat utopis?
a. Hanya merupakan system ide-ide belaka yang jauh dari kehidupan seharihari secara nyata
b. Doktrin belaka yang bersifat tertutup
c. Hanya menekan pada segi praktis belaka tanpa adanya aspek idialisme
d. Stabilitas nasional yang dinamis
5. apakah ciri khas dari idiologi terbuka?
a. Kenyakinan idiologis perserangan atau kelompok
b. Idiologi di ciptakan oleh Negara dan penguasa Negara
c. Nilai dan cita-citanya tidak di paksa dari luar melainkan di gali dari kekayaan budaya masyarakatnya sendiri
d. Cenderung di paksakan
a. Tingkat Kesukaran
= 0,84 (mudah)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A = 2
B = 1
C
= 28
D = 2
Kunci Jawaban C
A. x 100 % = 6 % (berfungsi)
B. x 100 % = 3% (Tidak berfungsi)
C. x 100 % = 84%
D. x 100 % = 6 % (berfungsi)
d.Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada daya pembeda dan tingkat kesukaran sesuai dengan harapan namun pada distraktor pilihan ganda B tidak berfungsi dengan baik.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut, soal diatas perlu diperbaiki pada distraktor pilihan ganda B.
(Perbaikan Soal nomor 5)
Apakah ciri khas dari idiologi terbuka?
a. Kenyakinan idiologis perserangan atau kelompok
b. Idiologi di ciptakan oleh Negara dan penguasa Negara diperbaiki dengan Kepercayaan dan kesetiaan yang kaku
c. Nilai dan cita-citanya tidak di paksa dari luar melainkan di gali dari kekayaan budaya masyarakatnya sendiri
d. Cenderung di paksakan
6. Demokrasi yang mengutamakan musyawah tidak berdasarkan pada masyarakat masyoritas dan minoritas, seperti adanya pelaksanaan pemilu merupakan perwujudan nilai-nilai pancasila dibidang....
a. Pertahanan dan keamanan
b. Ekonomi
c. Sosial budaya
d. Politik
a. Tingkat Kesukaran
= 0,72 (mudah)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A = 0
B = 4
C = 7
D
= 22
Kunci Jawaban D
A. x 100 % = 0 % (Tidak berfungsi)
B. x 100 % = 12% ( Berfungsi)
C. x 100 % = 21% (berfungsi)
D. x 100 % = 66 %
d.Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut buruk karena tingkat kesukaran dan distraktor cukup berfungsi dengan baik namun padadaya pembeda soal tidak berfungsi.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi diatas, maka soal tersebut perlu diperbaiki agar layak untuk diujikan.
(Perbaikan Soal nomor 6)
Sikap kekeluargaan, musyawarah dan bergotong royong merupakan perwujudan nilai-nilai pancasila dalam bidang...
a. Hukum
b. Politik
c. Kemasyarakatan
d. Sosial
7. Apakah perwujudan nilai-nilai pancasila dibidang ekonomi yang mudah ditemukan dilingkungan sekolah...
a. Koperasi sekolah
b. Mengerjakan pr
c. Mengikutin upacara sekolah
d. Mencium tangan guru saat berjumpa
a. Tingkat Kesukaran
= 0,69 (sedang)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A
= 23
B = 2
C = 6
D = 2
Kunci Jawaban A
A. x 100 % = 64 %
B. x 100 % = 6% (berfungsi)
C. x 100 % = 18% (berfungsi)
D. x 100 % = 6 % (berfungsi)
d. Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut baik dan layak untuk diujikan karena pada daya pembeda, tingkat kesukaran dan distraktor berfungsi dengan baik serta sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
8. Perwujudan nilai-nilai pancasila yang mewajibkan setiap warga negara ikut serta dalam usaha pertahanan keamanan negara ditegaskan dalam UUD 1945 pasal...
a. Pasal 28
b. Pasal 29
c. Pasal 30
d. Pasal 31
a. Tingkat Kesukaran
= 0,78 (mudah)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A = 2
B = 2
C = 26
D = 3
Kunci Jawaban C
A. x 100 % = 6 % (berfungsi)
B. x 100 % = 6% ( berfungsi)
C. x 100 % = 78%
D. x 100 % = 9 % (berfungsi)
d. Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut baik dan layak untuk diujikan karena pada tingkat kesukaran, daya pembeda dan distraktor soal berfungsi dengan baik dan sesuai harapan.
9. Dibawah ini yang termasuk manfaat ideologi didalam masyarakat adalah..
a. Dapat mengemukakan pendapat sesuai dengan isi hati
b. Tidak ada pemaksaan suatu pengaturan
c. Dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok tertentu
d. Bertingkah laku sesuai dengan norma yang berlaku
a. Tingkat Kesukaran
= 0,36 (sedang)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A = 16
B =14
C= 1
D = 12
Kunci Jawaban D
A. x 100 % = 48 % (berfungsi)
B. x 100 % = 42% (berfungsi)
C. x 100 % = 3% (Tidak berfungsi)
D. x 100 % = 36 %
d.Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut buruk karena pada distraktor pilihan ganda D tidak berfungsi dengan baik.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi diatas, maka soal tersebut perlu diperbaiki agar layak untuk diujikan.
(Perbaikan soal nomor 9)
Nilai dasar yang terkandung dalam pancasila bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh adalah penekanan pancasila dari dimensi...
a. Rasionalisme
b. Idealisme
c. Abstrak
d. Konstruktivisme
10. Makna apakah yang terkandung dalam ideologi terbuka?
a. terbuka terhadap pemikirandan perkembangan baru dimasyarakat
b. tidak dapat dikompromikan dengan kemauan masyarakat
c. terbuka terhadap pengaruh yang datangnya dari negara lain
d. tidak dapat dipaksakan orang lain
a. Tingkat Kesukaran
= 0,87 (mudah)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A = 2
B = 0
C = 29
D = 2
Kunci Jawaban C
a. x 100 % = 6 % (berfungsi)
b. x 100 % = 0% (Tidak berfungsi)
c. x 100 % = 87%
d. x 100 % = 6 % (berfungsi)
d.Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal diatas baik karena pada tingkat kesukaran, dan daya pembeda berfungsi sesuai dengan yang diharapkan , namun pada distraktor soal tidak berfungsi.
e.Rekomendasi
Berdasarkan dari prediksi tersebut, maka soal diatas perlu diperbaiki pada distraktor B.
(Perbaikan soal nomor 10)
Makna apakah yang terkandung dalam ideologi terbuka?
a. Terbuka terhadap pemikirandan perkembangan baru dimasyarakat
b. Tidak dapat dikompromikan dengan kemauan masyarakat Diganti dengan Tidak sesuai dengan tujuan masyarakat
c. Terbuka terhadap pengaruh yang datangnya dari negara lain
d. Tidak dapat dipaksakan orang lain
11. Makna apakah yang terkandung dalam ideologi terbuka?
a. terbuka terhadap pemikirandan perkembangan baru dimasyarakat
b. tidak dapat dikompromikan dengan kemauan masyarakat
c. terbuka terhadap pengaruh yang datangnya dari negara lain
d. tidak dapat dipaksakan orang lain
a. Tingkat Kesukaran
= 0,81 (mudah)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A = 27
B
= 2
C = 2
D = 2
Kunci Jawaban A
A. x 100 % = 81 %
B. x 100 % = 6% (berfungsi)
C. x 100 % = 6% (berfungsi)
D. x 100 % = 6 % (berfungsi)
d. Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut baik dan layak untuk diujikan karena pada tingkat kesukaran, daya pembeda dan distraktor berfungsi dengan baik dan sesuai harapan sehingga layak untuk diujikan.
12. Pemberontakan DI/TII dipimpin oleh Sekarmaji marijan kartosuwiryo pada periode...
a. Periode 1945-1950
b. Periode 1950-1959
c. Periode 1959-1966
d. Semua benar
a. Tingkat Kesukaran
= 0,15 (sukar)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A = 5
B = 7
C = 10
D = 11
Kunci Jawaban A
A. x 100 % = 15 %
B. x 100 % = 21% (berfungsi)
C. x 100 % = 30% (berfungsi)
D. x 100 % = 33 % (berfungsi)
d.Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut baik dan layak untuk diujikan karena pada tingkat kesukaran, daya pembeda dan distraktor soal berfungsi dengan baik dan sesuai harapan.
13. Apa pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945 yang mengantung Konsekuensi logis?
b. Negara yang Berkedalutan rakyat Berasarkan atas Kerakayataan
c. Permusayawatan / Perwaklan ( Pokok pikiran Kedaulatan Rakyat)
d. Sistem negara yang terbentuk dalam Undang-Undangan karakyatan
e. Aliran yang Mensesuaikan dengan sifat nilai Mufakat Indonesia
a. Tingkat Kesukaran
= 0,36 (sedang)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A
= 2
B = 12
C = 12
D = 7
Kunci Jawaban B
A. x 100 % = 6 % (berfungsi)
B. x 100 % = 36%
C. x 100 % = 36% (berfungsi)
D. x 100 % = 18 % (berfungsi)
d.Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada tingkat kesukaran, dan distraktor berfungsi dengan baik namun pada daya pembeda soal tidak berfungsi sesuai dengan harapan.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diperbaiki pada kata-kata soal yang lebih baik.
(Pergantian soal nomor 13)
Salah satu mana pembukaan UUD 1945 alinea pertama adalah...
a. Adanya pertanyaan proklamasi kemerdekaan Indonesia
b. Keinginan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
c. Kemerdekaan yang diperoleh merupakan berkat dari Rahmat Allah Yang Maha Kuasa
d. Bangsa Indonesia siap membantu bangsa-bangsa lain untuk merdeka
14. Apakah pokok pikiran alinea kedua dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan penjabaran dari sila kelima pancasila?
a. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
b. Negara yang berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan
c. Negara berdasarkan atas ketuhanan yang Maha Esa
d. Negara hendak mewujudkan keadilan keadilansosial bagi seluruh rakyat Indonesia
a. Tingkat Kesukaran
= 0,63 (sedang)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A
= 10
B =0
C = 2
D = 21
Kunci Jawaban D
A. x 100 % = 30 % (berfungsi)
B. x 100 % = 0% (Tidak Berfungsi)
C. x 100 % = 6% (berfungsi)
D. x 100 % = 63 %
d. Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada daya pembeda dan tingkat kesukaran berfungsi dengan baik namun pada distraktor pilihan ganda B tidak berfungsi dengan baik.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut, maka soal diatas perlu diperbaiaki pada distraktor pilihan ganda B.
(Perbaikan soal nomor 14)
Apakah pokok pikiran alinea kedua dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan penjabaran dari sila kelima pancasila?
a. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
b. Negara yang berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan Diperbaiki dengan Negara Indonesia berdasar atas persatuan
c. Negara berdasarkan atas ketuhanan yang Maha Esa
d. Negara hendak mewujudkan keadilan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
15. Apakah sumber hukum tertinggi di Indonesia?
a. Pancasila
b. Pembukaan UUD NRI 1945
c. Buku Pelajaran
d. Jurnal
a. Tingkat Kesukaran
= 0,36 (sedang)
b. Daya Pembeda
c. Distraktor Soal
A
= 19
B = 12
C = 0
D = 2
Kunci Jawaban B
A. x 100 % = 57 % (berfungsi)
B. x 100 % = 36%
C. x 100 % = 0% (Tidak berfungsi)
D. x 100 % = 6 % (berfungsi)
d.Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut tidak baik karena pada daya pembeda dan distraktor pada pilihan ganda C tidak berfungsi.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diperbaiki.
(Pergantian soal nomor 15)
Undang-Undang Dasar 1945 yang terdiri atas pembukaan dan pasal-pasal yang disahkan oleh PPKI pada tanggal...
a. 16 Agustus 1945
b. 17 Agustus 1945
c. 18 Agustus 1945
d. 19 Agustus 1945
16. Apakah aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktik penyelenggaraan negara yang menjadi pelengkap kekosongan dalam Undang-Undang Dasar 1945?
a. Norma hukum
b. Peraturan
c. Konvensi
d. Semua benar
a. Tingkat Kesukaran
= 0,12 (sukar)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 15
B = 4
C = 4
D = 10
Kunci Jawaban C
A. x 100 % = 45 % (berfungsi)
B. x 100 % = 12% (berfungsi)
C. x 100 % = 12%
D. x 100 % = 30 % (berfungsi)
d. Analisis
Berdasarkan analisis kuantitatif diatas, menurut kami soal tersebut buruk karena pada daya pembeda soal tidak berfungsi.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diganti dengan soal yang yang lebih baik.
(Penggantian Soal nomor 16)
Apakah hakikat dari pokok-pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945?
a. Pancaran nilai-nilai ketuhanan
b. Pancaran nilai-nilai kerakyatan
c. Panacaran nilai-nilai persatuan
d. Pancaran nilai-nilai pancasila
17. Apakah pokok pikiran yang menjadi dasar moral negara Indonesia dan merupakan penjabaran dari sila pertama pancasila?
a. Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkanatas kerakyatan dan permusyawarahan
b. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan melindungi seluruh tumpah darah Indonesia yang berdasar atas Persatuan
c. Negara berdasarkan atas ketuhanan yang maha Esa, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap
d. Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
a. Tingkat Kesukran
= 0,90 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 1
B = 2
C = 30
D = 0
Kunci Jawaban C
A. x 100 % = 3 % (Tidak berfungsi)
B. x 100 % = 6% (berfungsi)
C. x 100 % =
D. x 100 % = 0 % (Tidak berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut buruk karena pada daya beda, tingkat kesukaran serta distraktor tidak berfungsi dengan baik atau tidak sesuai harapan sehingga soal tersebut tidak layak untuk diujikan.
e. Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu di ganti dengan soal yang lebih baik.
(Penggatian Soal nomor 17)
Sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945 harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan berdasarkan atas permusyawaratan atau perwakilan. Pernyataan tersebut merupakan....
a. Contoh pembukaan UUD 1945
b. Pokok pemikiran pembukaan UUD 1945
c. Tujuan pembukaan UUD 1945
d. Makna pembukaan UUD 1945
18. Apakah perwujudan sikap positif dalam pokok pikiran pembukaan UUD NRI 1945 keempat (pokok pikiran ketuhanan)?
a. Kerukunan umat beragama
b. Semangat proklamasi
c. Membersihkan jalan raya
d. Berangkat sekolah tepat waktu
a. Tingkat Kesukaran
= 0,87 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A
= 29
B
=3
C = 0
D = 1
Kunci Jawaban A
A. x 100 % =
B. x 100 % = 9% (berfungsi)
C. x 100 % = 0% (Tidak berfungsi)
D. x 100 % = 3 % (Tidak berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut baik karena pada tingkat kesukaran dan daya pembeda berfungsi dengan baik namun pada distraktor C dan D tidak berfungsi.
e. Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diperbaiki pada distraktor C dan D.
(Perbaikan soal nomor 18)
Apakah perwujudan sikap positif dalam pokok pikiran pembukaan UUD NRI 1945 keempat (pokok pikiran ketuhanan)?
a. Kerukunan umat beragama
b. Semangat proklamasi
c. Membersihkan jalan raya diperbaiki dengan Ikut serta dalam aksi jalan
d. Berangkat sekolah tepat waktu diperbaiki dengan Ikut serta dalam PEMILU
19. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan perwujudan sikap positif dari pokok pikiran persatuan yang diterapkan dalam lingkungan...
a. Keluarga
b. Sekolah
c. Masyarakat
d. Bangsa dan Negara
a. Tingkat Kesukaran
= 0,57 (sedang)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A
= 2
B =3
C = 9
D = 19
Kunci Jawaban D
A. x 100 % = 6 % (berfungsi)
B. x 100 % = 9% (berfungsi)
C. x 100 % = 27% (berfungsi)
D. x 100 % = 6%
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut baik karena pada tingkat kesukaran, daya beda dan distraktor berfungsi dengan baik dan sesuai dengan harapan serta soal layak untuk diujikan.
20. Apakah hukum yang mengatur hubungan antar Negara?
a. Hukum nasional
b. Hukum internasional
c. Hukum asing
d. Hukum pidana
a. Tingkat Kesukaran
= 0,78 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A
= 23
B =2
C = 6
D = 2
Kunci Jawaban B
A. x 100 % = 6 % (berfungsi)
B. x 100 % = 6%
C. x 100 % = 6% (berfungsi)
D. x 100 % = 9 % (berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut baik karena pada tingkat kesukaran, daya beda dan distraktor berfungsi dengan baik dan sesuai dengan harapan serta soal layak untuk diujikan.
21. Menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib dan damai adalah kewajiban setiap.....
a. Kepolisian
b. Warga negara
c. Presiden dan wakil presiden
d. Semua benar
a. Tingkat Kesukaran
= 0,78 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 2
B =16
C = 1
D = 14
Kunci Jawaban D
A. x 100 % = 6 % (berfungsi)
B. x 100 % = 48% (berfungsi)
C. x 100 % = 3% (Tidak berfungsi)
D. x 100 % = 42%
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada tingkat kesukaran dan daya beda berfungsi dengan baik namun pada distraktor pilihan ganda C tidak berfungsi.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diperbaiki pada distraktor pilihan ganda C.
(Perbaikan soal nomor 21)
Menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib dan damai adalah kewajiban setiap.....
a. Kepolisian
b. Warga biasa
c. Presiden dan wakil presiden Diperbaiki dengan Pejabat pemerintah
d. Semua benar
22. Dibawah ini ciri ciri seseorang yang berprilaku sesuai dengan hukum adalah....
a. Dikucilkan oleh masyarakat
b. Melakukan tindak pidana korupsi
c. Melanggar hukum
d. Hidup tertib dan damai
a. Tingkat Kesukaran
= 0,81 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 0
B = 3
C = 3
D = 27
Kunci Jawaban D
A. x 100 % = 18 % (Tidak berfungsi)
B. x 100 % = 9% (berfungsi)
C. x 100 % = 9% (berfungsi)
D. x 100 % = 63%
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada tingkat kesukaran, daya beda berfungsi dengan cukup baik namun pada distraktor pilihan ganda A tidak berfungsi.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diperbaiki pada distraktor pilihan ganda A.
(Perbaikan Soal nomor 22)
Dibawah ini ciri ciri seseorang yang berprilaku sesuai dengan hukum adalah....
a. Dikucilkan oleh masyarakat Diperbaiki dengan Membantu sesama
b. Melakukan tindak pidana korupsi
c. Melanggar hukum
d. Hidup tertib dan damai
23. Dibawah ini, manakah contoh sikap seseorang yang mencerminkan sikap taat hukum....
a. Membuang sampah sembarangan
b. Menerobos rambu2 lalu lintas
c. Membayar pajak
d. Tidak memiliki SIM
a. Tingkat Kesukaran
= 0,93 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 6
B =21
C = 4
D = 2
Kunci Jawaban C
A. x 100 % = 3 % (Tidak berfungsi)
B. x 100 % = 0% ( Tidak Berfungsi)
C. x 100 % =
D. x 100 % = 3% (Tidak berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut buruk karena pada tingkat kesukaran, daya beda dan distraktor tidak berfungsi sesuai harapan.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut, maka soal diatas perlu diganti.
(Penggantian soal nomor 23)
Adanya hukum pidana dalam suatu negara, merupakan penggolongan hukum berdasarkan ....
a. Sumbernya
b. Bentuknya
c. Sifatnya
d. Isinya
24. Taat beribadah, suka beramal adalah ciri ciri seseorang yg patuh terhadap....
a. Norma hukum
b. Norma kesopanan
c. Norma kesusilaan
d. Norma agama
a. Tingkat Kesukaran
= 0,87 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 0
B =2
C = 2
D = 29
Kunci Jawaban D
A. x 100 % = 0 % (Tidak berfungsi)
B. x 100 % = 6% ( Berfungsi)
C. x 100 % = 6% (berfungsi)
D. x 100 % = 6%
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut buruk karena pada tingkat kesukaran, daya beda dan distraktor tidak berfungsi sesuai harapan.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diganti.
(Penggantian soal nomor 24)
Hukum berlaku di masyarakat dan harus ditaati oleh masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena hukum memiliki sifat...
a. Menguji
b. Memaksa
c. Memberdayakan
d. Mengecoh
25. Perilaku apa saja yang mencerminkan sikap patuh terhadap hukum didalam kehidupan sehari - hari ....
a. Membatah orang tua
b. Ibadah pada tempatnya
c. Mematuhi peraturan rambu lalu lintas
d. Semua jawaban bener
a. Tingkat Kesukaran
= 0,81 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 0
B =4
C = 27
D = 2
Kunci Jawaban C
A. x 100 % = 0 % (Tidak berfungsi)
B. x 100 % = 12% (berfungsi)
C. x 100 % = 12%
D. x 100 % = 6 % (berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut buruk karena pada tingkat kesukaran, daya beda dan distraktor tidak berfungsi sesuai harapan.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diganti.
(Penggantian soal nomor 25)
Adanya Ius Constitutum dan Ius Constituendum merupakan pembagian hukum yang bedasarkan pada..
a. Bentuknya
b. Tempat berlakunya
c. Waktu berlakunya
d. Cara Mempertahankannya
26. Sanksi berupa sindiran atau ejekan akan di peroleh seseorang yang melanggar norma......
a. Agama
b. Kesopanan
c. kesusilaan
d. Hukum
a. Tingkat Kesukaran
= 0,51 (sedang)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 3
B = 12
C = 17
D = 2
Kunci Jawaban C
A. x 100 % = 9 % (berfungsi)
B. x 100 % = 36% (berfungsi)
C. x 100 % = 51%
D. x 100 % = 3 % (Tidak berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada tingkat kesukaran dan daya pembeda berfungsi cukup baik namun pada distraktor pilihan ganda D tidak berfungsi sesuai harapan.
e. Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diperbaiki.
(Penggantian Soal nomor 26)
Norma hukum mempunyai sanksi tegas dan jelas yang dibuat oleh...
a. Masyarakat
b. Kepala suku
c. Tokoh Masyarakat
d. Pemerintah
27. Apa fungsi utama hukum ?
a. Menghukum orang tua yang berbuat salah
b. Mengatur perilaku manusia
c. Melayani kebutuhan masyarakat
d. Melayani kebutuhan pemerintah
a. Tingkat Kesukaran
= 0,72 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 5
B =24
C = 3
D = 1
Kunci Jawaban B
A. x 100 % = 15 % (berfungsi)
B. x 100 % = 72%
C. x 100 % = 9% (berfungsi)
D. x 100 % = 3 % (Tidak berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada tingkat kesukran dan daya pembeda berfungsi cukup baik namun pada distraktor pilihan ganda D tidak berfungsi sesuai harapan.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diperbaiki pada distraktor pilihan ganda D.
(Perbaikan Soal nomor 27)
Apa fungsi utama hukum ?
a. Menghukum orang tua yang berbuat salah
b. Mengatur perilaku manusia
c. Melayani kebutuhan masyarakat
d. Melayani kebutuhan pemerintah Diperbaiki dengan Memberi rasa aman hanya kepada presiden
28. Apakah contoh Kegiatan dalam norma keagamaan adalah.....
a. Beribadah , tidak berjudi , suka beramal
b. Berlaku jujur, menghargai orang lain
c. Menghormati orang yang lebih tua , tidak berkata kasar , menerima dengan tangan kanan
d. Harus tertib , harus sesuai prosedur , dilarang mencuri
a. Tingkat Kesukaran
= 0,82 (mudah)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 27
B = 2
C = 4
D = 0
Kunci Jawaban A
A. x 100 % = 81 %
B. x 100 % = 6% (berfungsi)
C. x 100 % = 12% (berfungsi)
D. x 100 % = 0 % (Tidak berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada tingkat kesukaran dan daya pembeda soal berfungsi baik namun pada distraktor pilihan ganda D tidak berfungsi sesuai harapan.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diperbaiki.
(Perbaikan Soal nomor 28)
Perbedaan utama antara norma hukum dengan norma agama, norma kesusilaan serta norma kesopanan adalah dalam hal...
a. Efektivitas Sanksi
b. Rumusan Aturan
c. Sumber Aturan
d. Objek Aturan
29. Apakah contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh setiap warganegara untuk menciptakan keamanan dan ketertiban adalah.........
a. Menjaga kerukunan hidup dengan tetangga atas dasar saling menghormati
b. Mematuhi peraturan – peraturan hukum yang sesuai dengan kehendak warga masyarakat
c. Menjaga perasaan orang lain dengan membatasin diri dalam bergaul
d. Melarang warga masyarakat melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari
a. Tingkat Kesukaran
= 0,54 (sedang)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 14
B = 18
C = 1
D = 0
Kunci Jawaban B
A. x 100 % = 42 % (berfungsi)
B. x 100 % = 54%
C. x 100 % = 3% (Tidak berfungsi)
D. x 100 % = 0 % (Tidak berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut cukup baik karena pada tingkat kesukaran dan daya pembeda berfungsi baik namun pada distraktor pilihan ganda C dan D tidak berfungsi sesuai harapan.
e.Rekomendasi
Berdasarkan prediksi tersebut maka soal diatas perlu diperbaiki pada distraktor pilihan ganda C dan D.
(Perbaikan Soal nomor 29)
Apakah contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh setiap warganegara untuk menciptakan keamanan dan ketertiban adalah.........
a. Menjaga kerukunan hidup dengan tetangga atas dasar saling menghormati
b. Mematuhi peraturan – peraturan hukum yang sesuai dengan kehendak warga masyarakat
c. Menjaga perasaan orang lain dengan membatasin diri dalam bergaul Diperbaiki dengan Membiarkan anak-anak untuk tidak belajar keagamaan
d. Melarang warga masyarakat melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari Diperbaiki dengan Melakukan aktivitas gerakan tanpa sosialisasi
30. Apa pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945 yang mengantung Konsekuensi logis?
a. Negara yang Berkedalutan rakyat Berasarkan atas Kerakayataan
b. Permusayawatan / Perwaklan ( Pokok pikiran Kedaulatan Rakyat)
c. Sistem negara yang terbentuk dalam Undang-Undangan karakyatan
d. Aliran yang Mensesuaikan dengan sifat nilai Mufakat Indonesia
a. Tingkat Kesukaran
= 0,42 (sedang)
b. Daya Beda
c. Distraktor
A = 19
B
=14
C = 6
D = 3
Kunci Jawaban A
A. x 100 % = 57 %
B. x 100 % = 42% (berfungsi)
C. x 100 % = 18% (berfungsi)
D. x 100 % = 9 % (berfungsi)
d. Analisis
Menurut analisis kuantitatif diatas, maka menurut kami soal tersebut baik karena pada tingkat kesukaran, daya beda dan distraktor soal berfungsi dengan baik dan sesuai dengan harapan sehimgga soal layak untuk diujikan.
Comments
Post a Comment